Sebuah Catatan dekill

October 21, 2008

Kembali lagi

Filed under: Celoteh — hameed @ 11:41 pm

Halo kawan…sanak familiy…dan handai taulan. Lama tak besua, hehe kangen sekali aku dengan blog ini. Kemarin-kemarin aku ‘tinggalkan’ gara-gara servernya sering down.

Ok lanjutkan berkarya;)

May 19, 2008

Bandwidth 3G Mentari

Filed under: Celoteh — hameed @ 10:15 pm

Berawal dari keinginan saya untuk menikmati akses internet dari mana saja (via GSM), saya pun berlangganan dengan salah satu provider GSM dengan akses unlimited volume dan time. Untuk akses tersebut saya membayar sekitar 300 ribu per-bulannya. Namun saya sedikit kecewa dengan layanan yang saya terima, terutama dengan bandwidth yang saya peroleh, kisarannya 1-2 Kbps. Itu mungkin dikarenakan tempat koneksi saya yang kurang baik, ketika itu saya masih berada di Kudus.

Akhirnya saya pun mencabut langganan tersebut dan beralih ke Mentari (atas anjuran senior saya di Kudus). Dengan tipe layanan time based, saya hanya dikenakan biaya Rp.100 / Menit - berarti Rp.6000/Jam, harga segitu tidak begitu beda jauh dengan warnet di kota saya (Pangkalpinang).
Bandwidth yang didapatkan bisa maksimal, sangat jauh dengan layanan dari provider sebelumnya.

Berikut ini capture dari bandwidth yang saya peroleh dari Mentari,

Mentari.jpg

Alhamdulillah…akhirnya bisa juga merasakan layanan 3G :) .

Saya tekankan bahwa saya bukanlah sales Mentari atau indosat. Hanya ingin sharing pengalaman dengan rekan-rekan;).

May 17, 2008

Surabaya…Surabaya

Filed under: Celoteh — hameed @ 10:59 am

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Akhirnya saya diberikan kesempatan menjejakkan kaki ke Surabaya. Surabaya adalah salah satu kota di indonesia yang ingin saya kunjungi (tinggal Bali dan Medan yang belum:D ). Tanggal 11 Mei 2008 lalu saya tiba di Surabaya dengan menaiki kereta dan dijemput oleh Kang Coliq a.k.a Bang Ali di stasion Gubeng.
Ada inisiden kecil ketika Kang Coliq menjemput saya, yakni kesalahan persepsi tempat bertemu antara Kang Coliq dan saya.  Berikut ini kira-kira cuplikan percakapan saya dengan Kang Coliq sesaat sebelum bertemu:
Saya: “Bang, ane dah di stasiun gubang. ente dimana bang?”
Kang Coliq: “Aku tunggu di pintu keluar stasiun yak”
Saya: “Yang deket parkiran ya bang?”
Kang Coliq: “Iya, nanti lurus aja trus ke kanan”
Saya: “Oke ane jalan ya”

Saya: “Saya udah di parkiran bang, dekat pintu keluar stasiun. Ente dimanenye bang?”
Kang Coliq: “Lho saya juga dah di pintu keluar ini. Wah gimana”
Sesaat  berfikir (sok berfikir), saya menebak mungkin Kang Coliq berada di sisi seberang. Akhirnya saya kirim sms ke kang Coliq untuk menginformasikan objek2 yang ada didekat saya. “Bang, ane deket bank BNI stasiun Gubeng”. Kemudian Kang Coliq menyadari juga kenapa dari tadi tidak ketemu2. “An, kamu ke sisi seberangnya ya”. EngIngEng…akhirnya ketemu juga dan yang pertama keliatan adalah jidatnya Kang Coliq (Piss Kang :D ). Konon katanya, jidat seperti Kang Coliq adalah jidat orang pintar, Amiiin.
Banyak yang bilang Surabaya itu puuuanas (pinjem logatnya Kang Coliq),tapi tidak bagi saya. Panasnya Surabaya tidak sepanas Bangka (Pangkalpinang) tempat saya dibesarkan, Alhamdulillah jadi saya tidak ada masalah dengan panasnya Surabaya.

Kenapa Saya di Surabaya? Saya berada di Surabaya untuk mengikuti training bahasa jawa yang diadakan oleh sigma. Saya tergabung dalam batch-10 (alias batch-03) dengan teman-teman dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan Jogja. Training tersebut dibimbing oleh Pak Nashroulloh dan berlangsung di gedung scomptec. Training ini akan berlangsung selama dua bulan, jadi selama dua bulan ini saya akan berada di Surabaya.

Mungkin ada yang heran kenapa saya ingin ke Surabaya? Jawabannya sedikit konyol, maklum ini cita-cita saya sejak kecil. Jawabnya adalah di Surabaya ada Kapal Perang (Termasuk Kapal Selam). Sejak kecil hingga sekarang saya sangat menyukai kapal, terutama kapal perang. Dan salah satu misi saya di Surabaya ini adalah pengen naek kapal perang:). Insya Allah, kalau training sudah selesai saya akan menjalankan misi tersebut. Tembaaaaak…(Sambil berdiri di dek kontrol kapal perang…imajinasi saya Hehe :D .

Karena tempat Kang Coliq jauh dari tempat saya training, akhirnya saya memilih untuk kos. Alhamdulillah saya dapet kos di daerah karangmenjangan-jojoran, deket dengan univ.Airlangga. Harga kos saya lumayan terjangkau jika di bandingkan denga kos2an di sekitar tempat training, kos saya Rp.220.000 sedangkan kos di sekitar scomptec >= 650.000. Untuk sampai ke tempat training saya naek angkot satu kali yakni jurusan “W”.

Well, berhubung billing warnet tempat saya nge-net semakin membengkak, saya sudahi dulu cerita saya di Surabaya. Nanti saya sambung lagi. Wassalam.

April 30, 2008

Option GT Max 7.2 Mbps di Linux Box-ku

Filed under: Celoteh — hameed @ 11:47 pm

Sebagai insan yang kerjanya banyak tergantung dengan Internet (karena sering bertanya dengan paman google hehe), saya mulai berfikir untuk menyambungkan komputer saya dengan internet. Saya ingin akses tersebut dapat saya gunakan dari mana saja, termasuk dari kamar sendiri. Keinginan tersebut terpenuhi dengan menggunakan provider GSM (saya menggunakan mentari). Berikutnya menentukan modem GSM yang akan digunakan. Berhubung komputer yang saya gunakan adalah notebook yang memiliki slot PCMCIA, maka modem yang akan digunakan pun haruslah jenis PCMCIA.

Ada beberapa kandidat modem GSM, diantaranya Sierra Air Card 875 PCMCIA (senior saya di kantor menggunakan modem ini), Option GT Max 7.2 Mbps PCMCIA dan Huawei GSM USB-Modem. Setelah puas bertanya pada paman google, akhirnya pilihan saya jatuh ke Option GT Max (karena alasan harga dan driver untuk linuxnya tersedia :D ). Saya memesan dan membelinya secara online. Tiga hari kemudian Option GT Max yang saya tunggu datang, sejak hari inilah petualangan bersama Option GT Max dimulai.

Saya menggunakan Slackware GNU/Linux 12.0 (default kernel v2.6.21). Agar Option GT Max 7.2 Mbps saya dapat bekerja, menurut petunjuk paman google saya harus menggunakan driver HSO yang saya unduh dari sini dan driver tersebut well-fully-tested dengan kernel v2.6.22, wah berarti saya harus upgrade dan compile ulang kernelnya. Dengan kesabaran yang agak dipaksakan saya pun download dan mengcompile kernel 2.6.22.9 (aseli lama boi, +-1.5 jam). Berikut ini catatan saya mengcompile kernel di slackware (berlaku juga di semua distro).

1. Ekstrak source kernel
tar jxvf linux-2.6.22.9.tar.bz2
cd linux-2.6.22.9

2. Langkah ini optional, dilakukan hanya jika anda malas mengkonfigurasi ulang kernel :D . Gunakan file config dari kernel yang lama, kalau saya menggunakan konfigurasi kernel default dari slackware.
cd /usr/src/linux-2.6.22.9
cp /boot/config-huge-2.6.21.5 .config

3. Berikutnya jalankan ‘make menuconfig’ agar file .config dari versi konfigurasi kernel yang akan digunakan. Keluar dari menu konfigurasi kernel dan simpanlah konfigurasinya.

4. Compile kernel beserta module-modulenya
make modules_install && make

5. Salin image kernel yang baru
cp arch/i386/boot/bzImage /boot/vmlinuz

6. Load image kernel ke MBR. Saya menggunakan bootloader LILO
lilo

Kernel sudah beres, tahap berikutnya adalah meng-compile driver HSO dan memasukkan modulenya ke kernel. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Ekstrak driver HSO
tar zxvf hso-1.0.tar.gz && cd hso

2. Lakukan kompilasi dan install/copykan module HSO ke library kernel
make && make install

3. Secara default, kernel 2.6.2x sudah mensupport Option GT Max, namun yang di support adalah firmware yang maximum speednya 3.6 Mbps. Untuk Option GT Max 7.2 Mbps, tetap akan terdeteksi namun tidak dapat bekerja dan kernel akan me-load driver option. Anda perlu menghapus module option default dari kernel, agar tidak terjadi redudansi module dengan driver HSO yang diinstall.
lsmod | grep option
rmmod option

4. Buat file berikut ini agar driver HSO di-load setiap kali card dideteksi oleh kernel.
# /etc/modprobe.d/options
options /lib/modules/2.6.22.9/kernel/drivers/net/wwan/hso.ko vendor=0×0af0 product=0×6711

Perhatikan nilai variabel vendor dan product, isikan sesuai dengan card yang miliki. Bagaimana cara mengetahui nilainya? Masukkan card Option GT Max dan jalankan command ‘lsusb’ di terminal kesukaan anda. Berikut ini output dari card Option GT Max 7.2 Mbps yang saya miliki.

Bus 6 Device 1: ID 0000:0000
Bus 7 Device 2: ID 0af0:6711 Option
Bus 7 Device 1: ID 0000:0000
Bus 1 Device 1: ID 0000:0000
Bus 2 Device 1: ID 0000:0000
%<---------cutted text----------%<

5. Blacklist driver option yang lama dan usb_storage.

5. Langkah berikutnya adalah menjalankan command ‘depmod -a’.

Selesai sudah langkah menginstall driver HSO. Selanjutnya restart linux-box (sebenarnya hal ini tidak perlu, hanya untuk memastikan saja). Akan ada interface network baru yang tercipta, yakni ‘hso’ dan node device /dev/ttyHSO0, /dev/ttyHSO1, /dev/ttyHSO2.

6. HSO menyediakan skrip dial (connect.sh) yang tersedia dalam bundle source driver HSO. Editlah file tersebut sesuai dengan internet provider/GSM yang anda gunakan. Saya menggunakan GSM mentari dari indosat (time-based), dan berikut ini settingan pada file connect.sh yang saya miliki:

%<---------cutted text----------%<
export APN=”indosatgprs”
export USR=”indosat@durasi”
export PAS=”indosat@durasi”
%<---------cutted text----------%<

7. Untuk dial-up jalankan command ‘./connect.sh up’ dan untuk dial-down jalankan ‘./connect.sh down’

Inilah catatan saya menginstall driver Option GT MAX 7.2 Mbps di GNU/Linux. Semoga bermanfaat, lebih dan kurangnya saya mohon maaf.

February 26, 2008

Kompilasi kernel di debian

Filed under: Celoteh — hameed @ 2:56 pm

apt-get install kernel-package –yes
apt-get install ncurses-dev –yes
apt-get install bzip2 –yes
apt-get install fakeroot –yes
apt-get install module-init-tools initrd-tools procps –yes

make menuconfig

make-kpkg clean
fakeroot make-kpkg –revision=custom.1.0 kernel_image

cd /usr/src
dpkg -i linux-image-2.6.22_cutom.1.0_i386.deb

cd /boot/
mkinitrd -o /boot/initrd.img-2.6.22 2.6.22

/usr/sbin/update-grub

February 22, 2008

Hari kasih sayang dan penggusuran

Filed under: Celoteh — hameed @ 2:35 pm

Hari Jum’at ini (22-02-2008), saya shalat jum’at di masjid JHK Kudus. Khotib membawakan tema “kasih sayang”. Awalnya khotib menyinggung tentang perayaan valentine oleh muda-mudi yang melampaui batas, yang tidak sesuai dengan norma kesopanan. Khotib menegaskan kasih sayang itu penting, menyayangi sesama makhluk ciptaan Allah. Kemudian khotib menceritakan kisah sesorang wanita yang masuk neraka, hanya karena kesalahannya mengikat kucing dan tidak memberinya makan. Jika dengan hewan pun kita harus santun dan sayang, apalagi dengan manusia makhluk Allah yang paling sempurna.

Di bagian akhir khotbah, khotib meyinggung tentang ulah aparat pemerintah yang kerap melakukan penggusuran tempat tinggal dan usaha. Penggusuran dilakukan tanpa ganti rugi yang layak atau bahkan tidak ada ganti rugi sama sekali. Dapat kita lihat di media massa marak dengan berita penggusuran pasar dan pedagang K5. Dimana rasa kasih sayang para aparat itu? dengan garangnya mereka menggusur, menyita atau bahkan merusak aset para pedagang. Bagaimana jika mereka berada di posisi para pedagang atau pihak yang digusur itu? Apakah mereka pernah berfikir akan hal itu?. Begitu mengena khotbah khotib kali ini.

Menurut pengakuan pihak yang tergusur, sebelum penggusuran, para aparat itu tak malu dan segan meminta uang semacam pajak, retribusi atau apalah namanya yg intinya adalah “harus bayar”. Anehnya, yang melakukan penggusuran adalah mereka atau pihak yang menerima retribusi itu sendiri. Mungkin kasih sayang memang sudah hilang dari hati mereka. Aparat yang harusnya jadi pelindung rakyat, pengayom masyarakat malah jadi musuh bagi masyarakat itu sendiri. Sungguh tragis, disaat bangsa ini dalam keterpurukan yang seharusnya kita bahu-membahu keluar dari krisis, malah ada oknum yang tega menghisap darah saudaranya se-bangsa sendiri.

Sedikit OOT. Jika ditelusuri, inti masalahnya kembali lagi ke “moral” dan masalah “ekonomi”. Sepertinya kualitas moral yang rendah adalah faktor utama dan kasih sayang adalah bagian dari moral, faktor ekonomi hanyalah pelengkap saja. Kembali ke kenyataan, kita akui saja negara kita memang negara miskin; harga barang tinggi dan daya beli masyarakat rendah, anak-anak kekurangan gizi, tidak/putus sekolah dan masih banyak hal miris lain. Aneh memang, sejatinya SDA kita melimpah ruah, namun banyak disedot oleh negara lain, ibarat kelaparan di lumbung padi.

Disisi lain, jurang pemisah antara si-kaya dan si-miskin semakin jauh, yang kaya makin kaya dan yang miskin semakin terpuruk. Hanya sibuk memikirkan perutnya sendiri, hilang kasih sayangnya. Jika saja orang-orang kaya itu masih punya kasih sayang terhadap sesamanya, si-miskin akan dapat keluar dari kemiskinannya. Namun dimanakah kasih sayang itu? Saya bertanya kepada diri saya sendiri dan anda, tegakah melihat saudara kelaparan? tega melihat anak tetangga tidak sekolah? tentu tidak, jika jawabannya “tega” maka sudah seharusnya kita direhabilitasi di rumah sakit jiwa. Jika saja kita bahu-membahu, saling tolong-menolong, Insya Allah kita akan keluar dari keterpurukan ini. Dari mana memulainya? mulai dari diri sendiri, menyayangi orang-orang disekitar kita.

Just another dekill’s celoteh.
Sekian.

January 31, 2008

Cepat Sembuh Guru-ku

Filed under: Celoteh — hameed @ 9:01 am

Lekas sembuh Guru terbaikku…biar kita bisa motoran vespa lagi, biar bisa ajarin muridmu yang bandel ini nyopir lagi ^^.

January 28, 2008

Selamat Jalan Pak Harto

Filed under: Celoteh — hameed @ 8:53 am

“Panglima Komando Strategi Angkatan Darat, Letnan Jendral Suharto”. Betapa bangganya aku menyebut kalimat itu. Ketika itu aku menjawab pertanyaan Ibu guru saat mengikuti cerdas-cermat di sekolah ku (SDN 77 Pangkalpinang). Pak Harto jadi panutanku dan teman-teman yang lain ketika sewaktu kami masi di bangku SD, hampir setiap hari foto Pak Harto dan Pak Sudharmono didepan kelas ku pandangi.

Innalillaahi Wainna Ilaihi roji’un…tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati. Sekarang beliau telah tiada, meninggalkan dunia yang fana ini, kembali menghadap Sang-Khaliq. Selamat jalan Pak Harto…maafkan kami yang sering mencerca mu, maafkan kami yang tidak pernah berterima kasih atas jasa-jasamu membangun negeri ini. Ya Allah…Ya Rabbku…Ampunilah dosa-dosa Pak Harto, lapangkanlah kuburnya, mudahkanlah segala urusannya. Jadikanlah bangsa yang ditinggalkannya, menjadi bangsa yang lebih makmur..adil dan sejahtera, bangsa yang dapat dibanggakan, bangsa yang terdepan dalam segala hal kebaikan. Amiiin

Sekian

January 18, 2008

Pindah ke Debian GNU/Linux 4.0

Filed under: PLBOS, Celoteh — hameed @ 1:45 pm

Hari ini tanggal 18 Januari 2008…Saya menyatakan secara resmi dan tertulis di blog ini, untuk pindah platform dari GNU/Linux Slackware (yang +- 4 tahun saya gunakan) ke GNU/Linux Debian. Terakhir saya menggunakan GNU/Linux Slackware 11.0 dan GNU/Linux Debian yang saya gunakan sekarang adalah versi 4.0 (code name Etch).

Kronologis

    Tanggal 17 Januari 2008

  1. 20:05 WIB. Coba-coba boot GNU/Gentoo Linux 2007.0 (pinjam dari pak Boi :D ).
  2. 20:30 WIB. Memutuskan untuk menginstall GNU/Gentoo Linux.
  3. 21:00 WIB. GNU/Gentoo Linux gagal install. Berhenti di tengah2 instalasi, tanpa diketahui sebabnya. Karena hal inilah tidur saya malanya tidak nyenyak (lho apa hubungannya :p).
    Tanggal 18 Januari 2008

  1. 06:30 WIB. Berangkat ke kantor pagi2, bertujuan agar GNU/Linux bisa cepat diinstall. Di kantor ada yang punya Source installer GNU/Linux (Debian, Slackware, OpenSUSE).
  2. 07:30 WIB. Memutuskan untuk menginstall GNU/Linux Debian dan meminjam DVD-installer nya dari Pak Agus (thanx pak Agus :) ).
  3. 09:30 WIB. GNU/Linux Debian selesai diinstall dan dipermak.
  4. 13:30 WIB. Ba’da shalat jum’at melanjutkan instalasi ndiswrapper buat wifinya. Lihat tutorialnya disini

Terakhir bersama GNU/Linux Debian adalah tahun 2003, waktu itu dengan Code-name Woody (3.0). Satu hal di GNU/Linux Debian yang tidak bisa digantikan oleh distro lain, adalah ke-stabilan dan manajemen paket. Oh GNU/Linux Debian…tak disangka kita dipertemukan kembali. Saya harap kita bisa bersama selamanya :) .

Sekian.

January 15, 2008

Perjalanan menginstal Alfresco

Filed under: PLBOS — hameed @ 8:55 pm

Kamis lalu (11-01-2008), saya mendapat tugas mempelajari Alfresco (thanx pak Firman). Berhubung saya sedang kepincut Java dan menganut aliran FreeSoftware/OpenSource, dengan senang hati saya menerima tantangan ini (Alfresco berbasiskan JAVA dan berlisensi sejenis OpenSource).
Perburuan informasi tentang Alfresco pun dimulai dan paman Google adalah tempat saya bertanya pertama kali tentang Alfresco. Paman google menyarankan untuk pergi menimba ilmu di padepokan Alfresco dan mengambil perkakas di gudang Alfresco.
Sebelumnya, saya blum pernah mencoba JBoss dan Apache-Tomcat. Asumsi awal saya Apache-Tomcat adalah semacam plugin tambahan bagi Apache agar dapat menjalankan JAVA..hehe asumsi keliru dan sesat :D . Karena asumsi inilah saya tersesat jauh ketika mencoba Alfresco (tidak usah diceritakan y). Ditambah lagi dengan awal saya membaca README instalasi alfresco yang menyatakan “Start your application server”. “Maksudnya application server itu apa?” “Application server yang mana?”, pertanyaan yang selalu terngiang di kepala saya ketika mencoba menginstall Alfresco. Didalam README tersebut secara eksplisit tidak disebutkan “Application server” itu adalah Apache-tomcat atau JBoss, dan untuk menjalankan Alfresco membutuhkan Apache-Tomcat atau JBoss. Saya yang masih ‘buta’ dengan hal2 semacam ini tentu saja kebingungan.
Sebelum saya bertanya ke Pak Agus, saya sama sekali tidak tahu jika Application server itu adalah Apache-Tomcat. Setelah mengerti apa yang dibutuhkan, saya memutuskan menggunakan Apache-Tomcat. Kenapa saya memilih Apache-Tomcat? tidak lain disebabkan yang bisa saya download cuma Apache-Tomcat (dari http://kambing.vlsm.org). Untuk JBoss saya tidak bisa mendownloadnya JBoss karena gede ukurannya, koneksi internet yang saya gunakan tergolong “miskin”.

Singkat kata singkat cerita, Alfresco membutuhkan software pendukung agar bisa dijalankan, yakni:

  1. Java Runtime Environment (JRE), minimal versi 1.5.x
  2. MySQL
  3. MySQL Java Connector
  4. Apache Tomcat atau JBoss

Alfresco yang digunakan dalam tulisan ini adalah alfresco versi *war, yakni alfresco-community-war-2.1.0.tar.gz.

Sistem operasi yang saya gunakan adalah GNU/Linux Slackware 11 (2.6.17). Didalamnya telah terinstall MySQL 5.0.24 (default slackware), JDK 6 dan OpenOffice 2.2. Jadi saya hanya perlu mendownload MySQL Java Connector, Apache Tomcat dan OpenOffice.

Setelah semua software yang diperlukan telah lengkap, saya pun mulai melakukan instalasi. Berikut ini langkah-langkah saya menginstall Alfresco beserta software pendukungnya.

  • Ekstrak Apache Tomcat, dan pindahkan direktori hasil ektraksi. Direktori hasil ektraksi ini selanjutnya saya sebut {tomcat_home}
    1. tar zxvf apache-tomcat-[VERSI].tar.gz
      mv apache-tomcat-[VERSI] /opt/apache-tomcat
  • Setup variabel environment CATALINA_HOME
    1. export CATALINA_HOME=/opt/apache-tomcat
      echo "export CATALINA_HOME=/opt/apache-tomcat" >> /etc/profile
  • ekstrack MySQL Java Connector dan pindahkan ke folder $CATALINA_HOME/common/lib
    1. tar zxvf mysql-connector-java-[VERSI].tar.gz
      mv mysql-connector-java-[VERSI].jar /opt/apache-tomcat/common/lib
  • Ekstrak alfresco-*war yang telah didownload. Direktori hasil ekstraksi selanjutnya saya sebut $ALFRESCO_MENTAHAN
    1. tar zxvf alfresco-community-war-[VERSI].tar.gz
  • Pindahkan alfresco.war ke folder $CATALINA_HOME/webapps
    1. mv alfresco.war apache-tomcat/webapps/
  • Copykan file didalam folder $ALFRESCO_MENTAHAN/endorsed ke $CATALINA_HOME/common/endorsed
    1. cp alfresco/endorsed/* /opt/apache-tomcat/common/endorsed
  • Setup database alfresco (dengan mysql) dengan script sql yang telah disediakan di $ALFRESCO_MENTAHAN/extras/databases/mysql/db_setup.sql
    1. mysql < alfresco/extras/databases/mysql/db_setup.sql
  • Ubah initial dan maksimum Java Heap memory. Hal ini hanya perlu dilakukan jika memori fisik yang dimiliki kecil. Sebagai catatan memori fisik saya 512MB, dengan memori segitu kompie saya tidak mampu untuk menjalankan alfresco (secara default), muncul error Java heap memory. Setelah menambahkan opsi dibawah ini, Apache-Tomcat dapat berjalan di kompie saya:D.
    1. vi catalina.sh
      JAVA_OPTS="-server -Xms256m -Xmx512m"
  • Copykan file custom-repository-context.xml, custom-repository.properties, custom-hibernate-dialect.properties dari source alfresco ke apache-tomcat/shared/classes/alfresco/extension. Jika direktori tersebut tidak ada maka buatlah secara manual.
    1. cp custom-repository-context.xml apache-tomcat/shared/classes/alfresco/extension
      cp custom-repository.properties apache-tomcat/shared/classes/alfresco/extension
      cp custom-hibernate-dialect.properties apache-tomcat/shared/classes/alfresco/extension
  • Sesuaikan file custom-repository.properties dan custom-hibernate-dialect.properties dengan database yang digunakan.
    1. ------custom-repository.properties--------
      dir.root=/home/alfresco
      
      db.username=alfresco
      db.password=alfresco
      db.pool.initial=10
      db.pool.max=100
      db.schema.update=true
      db.driver=org.gjt.mm.mysql.Driver
      db.url=jdbc:mysql://localhost/alfresco
      ------custom-repository.properties--------
      
      ------custom-hibernate-dialect.properties--------
      hibernate.dialect=org.hibernate.dialect.MySQLInnoDBDialect
      ------custom-hibernate-dialect.properties--------
      

    Nah..step berikutnya adalah menjalankan Apache-Tomcat.

      /opt/apache-tomcat/bin/startup.sh

    Ketika Apache-Tomcat dijalankan, alfresco.war akan diekstrak dan dijalankan initial script didalamnya. Jika tidak ada error, maka akan tercipta folder alfresco di $CATALINA_HOME/webapps/

    Untuk mematikan Apache-Tomcat, jalankan script shutdown.sh

      /opt/apache-tomcat/bin/shutdown.sh

    Sekian perjalanan menginstall Alfresco. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Saran, kritik dan pertanyaannya amat saya nantikan.

    Next Page »